• Breaking News

    Rabu, 10 April 2019

    Bayi Dikubur Hidup-Hidup Oleh Orang Tuanya Masih Bertahan Hidup

    Bayi Dikubur Hidup-Hidup Oleh Orang Tuanya Masih Bertahan Hidup

    Bayi Dikubur Hidup-Hidup Oleh Orang Tuanya Masih Bertahan Hidup

    Kisah bayi yang di kubur oleh seorang ibu dengan teganya menguburkan bayinya secara hidup-hidup di belakang rumah. Bayi perempuan baru berusia lima bulan itu lolos dari peristiwa maut yang dialami bayi tersebut. Peristiwa menggegerkan tersebut berlangsung di Kampung Pasirmuncang, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada hari Rabu. Sang ibu, berinisial W (35), mengubur anaknya tersebut saat suami sedang bekerja di kebun.

    Kapolsek Kiarapedes IPTU Toto Herman Permana menjelaskan terungkapnya penguburan bayi itu bermula saat Atikah (32), bibi korban, datang ke rumah W. Atikah curiga lantaran ponakannya tidak terlihat bersama W. Dia lantas menanyakan keberadaan bayi tersebut. Ibu bayi (W) menjawab bahwa bayinya tidak ada di rumah atau hilang, kata Toto via pesan singkat.

    Berdasarkan keterangan kepada polisi, Atikah ingat bahwa pada hari sebelumnya atau pada hari Selasa, W sempat menggali sebuah lubang yang akan ditanami sebuah tanaman dibelakang rumahnya. Kemudian saksi Atikah memeriksa ke belakang rumah dan menemukan dua lubang yang siap timbun, kata Toto. Selanjutnya lubang yang pertama digali, tapi tidak membuahkan hasil. Atikah lalu mencoba menggali lubang kedua dan menemukan ada kain putih dan tangan bayi, kemudian oleh saksi dan dibantu warga membawa bayi tersebut ke Puskesmas Wanayasa, Toto menambahkan.

    Belum diketahui berapa lama durasi waktu bayi dikuburnya atau berada di dalam tanah. Bayi tersebut mengalami hipotermia kekurangan udara karena kain dan tanah yang tertanam diatas badannya. Saat ini bayi tersebut ada RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk mendapat pelayanan lebih intensif kepada bayi perempuan tersebut, kata Toto.

    Polisi saat ini masih melakukan penyelidiki motif W (35) mengubur bayi perempuannya secara hidup-hidup. Bayi usia lima bulan itu selamat karena kecurigaan saudaranya yang melihat dua lubang dibelakang rumahnya, kini bayi tersebut mendapat perawatan di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Jawa Barat. Dari informasi diperoleh polisi berdasarkan keterangan keluarga, W mengalami depresi sejak mengandung bayi tersebut di usia kandungan 7 bulan. W tega mengubur bayinya itu di area belakang rumah, Kampung Pasirmuncang, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada hari Rabu.

    Dugaan awal pelaku mengalami depresi, kata Kapolsek Kiarapedes, IPTU Toto Herman Permana melalui pesan singkat. Guna memastikan kondisi kejiwaan W, polisi akan berkoordinasi dengan dokter. Sejumlah saksi didengar keterangannya berkaitan kejadian tersebut.

    Kita akan lakukan pemeriksaan kejiwaannya (W), kata Toto. IPTU Toto Herman Pernama menjelaskan terungkapnya bayi dikubur itu bermula saat Atikah (32), bibi korban, datang ke rumah W. Atikah curiga lantaran ponakannya tidak terlihat bersama W. Dia lantas menanyakan keberadaan bayi tersebut. W malah menjawab kalau anaknya tersebut hilang. Atikah langsung ingat bahwa pada hari sebelumnya atau pada hari Selasa, W sempat menggali sebuah lubang yang akan ditanami sebuah tanaman.

    Atikah bergegas memeriksa ke belakang rumah dan menemukan dua gundukan tanah. Lalu lubang yang pertama digali, tapi tidak membuahkan hasil. kemudian menggali lubang kedua dan menemukan ada kain putih dan tangan bayi, kemudian oleh saksi dan dibantu warga membawa bayi tersebut ke Puskesmas Wanayasa, kata Toto.

    Akhirnya bayi perempuan usia lima bulan yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya menjalani perawatan intensif di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Kini kondisi bayi malang tersebut mengalami penurunan yang sangat prihatin. Direktur Utama RSUD Bayu Asih, Agung Darwis, mengatakan penurunan kondisi bayi ini diakibatkan adanya pasir yang terhirup. Pasir tersebut masuk memenuhi ke dalam paru-paru yang diketahui merupakan alat vital pernafasan.

    Kondisinya agak sedikit menurun, karena memang terjadi aspirasi, pasir yang masuk ke paru-parunya. Karena awal kronologi bayinya di kubur hidup-hidup di dalam tanah, ujar Agung di depan Ruang Kemuning, pada hari Kamis. Tim medis rumah sakit sudah berbagai upaya melaksanakan tindakan pertolongan. Setelah kemarin di ruang IGD, kini bayi dibawa ke Ruang PICU khusus anak.

    Semua tindakan medis sudah kita lakukan. Mudah-mudahan kalau kita maksimal, bisa tertolong. Tapi kami tidak menutup diri karena memang kodisinya kurang bagus, ujar Agung. Pihak keluarga yang menunggu di ruangan terlihat sedih. Bahkan beberapa keluarga meneteskan air mata karena tidak tega melihat kondisi bayi tersebut.

    Bayi perempuan tersebut dikubur hidup-hidup oleh ibunya, inisial W, di area belakang rumah, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta, pada hari Rabu (27/3). beginilah bayi yang ditemukan dalam kondisi kritis usai dikeluarkan dari dalam tanah. Tubuhnya membiru dan tak bergerak. Untuk dugaan sementara, penguburan bayi ini dilakukan karena W yang mengalami depresi pasca melahirkan.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Pengetahuan

    Gaya Hidup

    Pendidikan