• Breaking News

    Selasa, 19 Februari 2019

    PENCURIAN KOTAK AMAL MASJID PELAKUNYA TEREKAM CCTV ADALAH WANITA

    PENCURIAN KOTAK AMAL MASJID PELAKUNYA TEREKAM CCTV ADALAH WANITA

    PENCURIAN KOTAK AMAL MASJID PELAKUNYA TEREKAM CCTV ADALAH WANITA

    Terjadi kembali di Kota Samarinda terjadi kembali pencurian di sebuah rumah ibadah di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Diduga pelakunya seorang wanita bersama anak kecil.

    Aksi pencurian yang diduga dilakukan ibu dan anak tersebut terekam oleh kamera pengawas berupa CCTV. Aksi pencurian yang di sebuah kota amal di mesjid Baitul Ra'Uf yang berada di Jalan Ery Suparjan, RT 12 Samarinda Utara, Kota Samarinda terjadi pada hari Senin (18/2/2019) kemarin, sekitar pukul 11.30 WITA.

    Tidak lama kemudian, Si ibu tampak menuju kotak amal yang ada di bagian tengah masjid. Pada saat menuju kotak amal masjid. Pada saat menuju ke kotak amal masjid, si ibu tampak telah menggunakan mukena.

    Pada waktu itu si ibu langsung mencongkel engsel gembok kotak amal, dan lalu si anak datang untuk mengambil uang yang ada di dalam kotak amal tersebut.

    "Tidak tahu ya, ibu dan anak atau bukan, yang jelas mereka terlihat bekerja sama mengambil uang yang ada di dalam kotak amal tersebut," Ketua pnegurus Masjid Baitul Ra' Uf, Khusnul Yaqin, pada hari Selasa (19/2/2019).

    "Kedua pelaku tidak sholat, si ibu langsung ganti mukena dan langsung ke kotak amal," sambungnya. Keduanya beraksi kurang lebih 10 menit lalu meninggalkan masjid.

    "Uang yang berada di dalam kotak amal tidak banyak," katanya. Tetapi memang sudah sering kejadian kotak amal kita dibobol, termasuk helm juga sangat sering hilang," jelasnya. Kendati sering terjadi aksi pencurian di masjid tersebut namun pengurus masjid tidak berniat untuk melaporkan kejadian itu ke polisian.

    "Tidak lah, yang penting sadar saja dan jangan mengulangi perbuatan itu lagi. Semoga yang bersangkutan dapat hidayah," pungkasnya.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Pengetahuan

    Gaya Hidup

    Pendidikan