Pemerintah Memasang Lebih Banyak Alat Untuk Mengukur Gempa Bumi Di Kalimantan
Pemerintah berencana untuk memasang lima seismograf lagi di Kalimantan, menurut kepala Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Bapak Mugianto.
Bagian Indonesia dari Kalimantan saat ini memiliki 12 seismograf dipasang di sepanjang pantai timurnya dari provinsi Selatan ke Kalimantan Utara. Kelima tambahan itu sedang disumbangkan oleh pemerintah Jerman dan Jepang.
Data yang direkam oleh seismograf, menurut Bapak Mugianto, akan langsung dikirim ke BMKG.
Jika gempa bumi yang merusak dan potensi tsunami atau gelombang pasang terdeteksi, hasil analisis akan disampaikan ke Pusat Kontrol dan Operasi (Pusdalop) BMKG, militer (TNI), dan Kepolisian Nasional.
Diharapkan bahwa pemerintah daerah dan penduduk dapat merespons lebih cepat ketika terjadi bencana, kata Pak Mugianto.
Bagian timur Kalimantan, katanya, rawan gempa bumi dan tsunami sebagai akibat dari patahan aktif yang melintasi Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kutai Timur ke Semporna di Sabah di utara Pulau Tarakan.
BMKG telah mencatat sejumlah gempa bumi di wilayah ini selama dua tahun terakhir, termasuk gempa berkekuatan 7,3 di Selat Makassar dekat Palu yang menghancurkan Sulawesi Tengah pada bulan September 2018.
Lainnya termasuk gempa berkekuatan 4,5 pada bulan Mei 2018 dan gempa 3,8 pada bulan Maret 2018.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar