Bunuh Istri Dan Anak Usai Salat Isya Berjamaah
Peristiwa pembunuhan menggegerkan sebuah Desa di Kabupaten Blitar. Seorang suami melakukan pembunuhan kepada istri dan anaknya yang warga Dusun Sumber manggis Desa Sumberurip Kecamatan Doko, menusuk istrinya berkali-kali dengan pisau dapur. Tak hanya istri, anaknya yang balita ikut menjadi korban amukan pelaku. Pelaku berhasil diringkus warga sekitar dan diamankan ke Polres Blitar.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada hari Sabtu sekitar 19.30 wib. Pelaku bernama Radian berusia 38 tahun. Sedangkan korbannya adalah istrinya bernama Sri Dewi (29) dan balitanya Vika Nadhira yang masih berusia 7 bulan. Penuturan saksi yang juga kerabat bernama Sugeng, semalam mereka melaksanakan salat isyak berjamaah. Mereka masih bercengkrama sambil menunggu disiapkan makan malam oleh istrinya.
Tiba-tiba pelaku masuk ke gudang dan mengambil pisau dapur. Saya tanya, buat apa pisau itu...istighfar, kata Sugeng kepada wartawan saat ditemui di kamar mayat RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, pada hari Minggu. Istrinya yang sedang menggendong anak balitanya juga mengingatkan suami sambil mengikuti kemanapun saat berjalan. Namun tak disangka, pelaku malah menusukkan pisaunya ke bahu istri dan badan anak balitanya.
Korban lari minta tolong sambil menutup pintu rumah. Tadi pelaku mendorongnya dari luar. Karena tidak kuat, pintu terbuka dan pelaku menusukkan beberapa kali pisau itu ke tubuh istri dan anaknya, beber Sugeng. Korban pun terkapar bersimbah darah. Namun masih sempat berteriak meminta pertolongan. Beberapa anggota keluarga lain lalu menolong korban.
Usai menusuk istrinya dan anaknya, pelaku, Radian (38) keluar rumah dan melepas semua bajunya. Dengan kondisi telanjang, pelaku lari dan berdiri di tengah jalan. Seorang kerabat, Sugeng mengaku, setelah menusuk istri dan anaknya, korban melepas baju dan lari ke tengah jalan sembari mengumandangkan azan. Dia lari ke tengah jalan sambil azan, kata Sugeng kepada wartawan saat ditemui di kamar mayat RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, pada hari Minggu. Pelaku kemudian diamankan warga tanpa perlawanan dan diserahkan ke polisi. Sedangkan kedua korban dibawa ke kamar mayat RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Kasus ini sedang kami tangani. Pelaku sudah diamankan di Mapolres Blitar. Untuk motif pelaku, masih kami dalami, pungkas Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanudin saat dikonfirmasi. Nardian (Sebelumnya disebut Radian), suami yang tega membunuh istri dan anak balitanya dikenal sosok yang alim. Beberapa tetangga menduga, pria berusia 38 tahun itu tega membantai anak istrinya karena depresi. Nardi itu alim orangnya. Dia sering jadi khatib di masjid desa ini, kata Hariyono Ketua RT 4 Dusun Sumber manggis pada wartawan di rumah duka, pada hari Minggu.
Pelaku menikah dengan Sri Dewi (29) sekitar 11 tahun yang lalu. Hasil pernikahan ini membuahkan dua anak. Yang pertama berusia 10 tahun dan kedua balita berumur 7 bulan. Keluarga kecil ini tinggal bersama di rumah orang tua Sri Dewi di Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.
Sehari-hari Nardian menggarap lahan tegal milik keluarga istrinya. Meski ramah terhadap warga sekitar, namun dia jarang bergaul dengan para tetangga sekitar. Keluarnya ya paling ngarit cari rumput, ke ladang atau ke masjid. Kumpul cangkrukan sama tetangga nyaris tidak pernah, tambah Rudi, tetangga dekat rumah duka.
Namun pria yang dikenal alim itu semalam membuat geger kampungnya. Dia tega menusuk istri dan anak balitanya hingga tewas usai salah isya berjamaah. Warga bertambah kaget dengan ulahnya. Sebab, usai membunuh istri dan anak balitanya, pria itu sontak melepas semua bajunya. Dan dalam kondisi telanjang dia lari ke jalan desa dan mengumandangkan azan.
Sri Dewi (29) dan anaknya, Vika Nadhira (7 bulan) ditusuk suaminya hingga tewas. Keduanya tewas dengan beberapa luka tusukan yang dilakukan Nardian (38). Meski keluarga korban menolak jenazah diautopsi, namun polisi tetap melakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban. Walaupun keluarga keberatan, otopsi tetap kami lakukan. Karena ini kasus pembunuhan jadi harus melalui prosedur ini untuk mengetahui penyebab kematian korban, kata Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanudin ditemui wartawan di Mapolres Blitar, pada hari Minggu.
Saat ini tim Dokkes Polda Jatim dari RS Bhayangkara Kediri masih melakukan proses autopsi itu. Autopsi dilakukan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Ini kami sedang menunggu autopsi tim Dokkes Polda Jatim dari RS Bhayangkara Kediri. Untuk sementara yang dapat kami sampaikan, ada beberapa luka tusukan cukup dalam di bagian dada dan perut kedua korban, tambahnya.
Dari pantauan wartawan di kamar jenazah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, di bahu kiri Sri Dewi tampak empat luka tusukan. Sedangkan anaknya, Vika terdapat luka menganga di pipi serta pelipis kiri. Namun polisi belum bisa memastikan, luka itu akibat tusukan apa. Karena saat olah kejadian perkara (TKP) pada hari Sabtu malam, polisi menemukan sebilah pisau dan dua buah linggis di dekat tubuh korban. Kami belum bisa memastikan, luka itu akibat tusukan pisau atau linggis. Kita tunggu dulu hasil otopsinya, tambahnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar