Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 52 gempa susulan pada pukul 09:00 malam. pada hari Sabtu setelah gempa berkekuatan 6,0 melanda Kepulauan Mentawai di lepas pantai barat Pulau Sumatra pada hari sebelumnya.
"Enam dari gempa yang diukur di atas 5,0 dan 46 lainnya mengukur kurang dari 5 pada skala Richter," kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Sabtu.
Dilihat oleh episenter dan kedalaman hiposenter, gempa susulan adalah gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyelam di bawah lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust. Zona Megathrust adalah zona subduksi yang ditemukan di Samudra Hindia di sebelah barat Sumatra.
Konvergensi kedua lempeng itu membentuk zona subduksi yang merupakan salah satu sumber gempa yang sangat aktif di Sumatra, katanya.
Getaran itu dirasakan oleh orang-orang di Padang Panjang, Bukittinggi, dan Solok pada II-III pada Modifikasi Merchalli Intensity (MMI), Padang, Pariaman, dan Painan pada III-IV di MMI dan Kepulauan Mentawai (Tua Pejat, Pagai Selatan) di IV-V pada MMI.
Gempa bumi berkekuatan 6.0 mengguncang beberapa daerah di provinsi Sumatera Barat di 04.27 hal. pada hari Sabtu (2 Februari).
Menurut BMKG, gempa itu berpusat 117 kilometer arah tenggara Kabupaten Padangpar di Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 17 kilometer.
Badan itu mengatakan gempa tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Tidak ada laporan segera kerusakan atau korban.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar