• Breaking News

    Minggu, 16 Desember 2018

    Ini Kronologi Kesalahpahaman Anggota TNI Dan Juru Parkir Gadungan

    Ini Kronologi Kesalahpahaman Anggota TNI Dan Juru Parkir Gadungan

    Ini Kronologi Kesalahpahaman Anggota TNI Dan Juru Parkir Gadungan

    Pihak Polri membuat Tim gabungan dari Polda Metro Jaya untuk menangkap dua orang pengeroyok anggota TNI AL yang berpangkat Kapten Komarudin tersebut dan anggota Paspampres Pratu Rivonanda di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Pengeroyokan diduga dipicu dari kesalah paham antar Kapten Komarudin dan tukang parkir di minimarket tersebut.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan dua pengeroyok itu berinisial AP dan HP ditangkap di rumahnya pada hari Rabu. Polisi kini memburu tiga pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut. DPO inisial D, IH dan SR, kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, pada hari Kamis.

    Kombes Pol Argo meminta para perlaku bersikap kooperatif dengan menyerahkan dirinya sendiri langsung ke kantor polisi Jakarta Timur. Jadi kami mengimbau kepada para DPO itu untuk segera menyerahkan diri kepada Polda Metro Jaya atau Polres Jakarta Timur. Kita berharap anda kooperatif daripada ketiga ini menjadi DPO. jadi kami harap DPO menyerahkan diri sebelum kami melakukan penangkapan, ujar Kombes Pol Argo.

    Berikut ini kronologi pengroyokan anggota TNI hingga penangkapan dua pelaku:

    pada hari Senin, pukul 15.30 WIB

    - pada saat itu Kapten Komarudin yang berpakaian dinas hendak membeli makan bersama anaknya di sebuah tempat makan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Saat memarkirkan motornya, karena anaknya Kapten Komarudin melihat knalpot motornya berasap pada saat itu motor baru selesai di service.

    Setelah itu memperbaiki jongkok terlihat. Kemudian ada tukang parkir tersangka HP itu memperbaiki posisi kendaraan yang lain. Pada saat memperbaiki yang lain stangnya terkena kepala korban sehingga saling cekcok, kata Kombes Pol Argo.

    Setelah itu terjadi cekcok, kemudia teman-teman tukang parkir HP datang untuk membantu mengeroyok Kapten Komarudin. Saat Kapten Komarudin dikeroyok, seorang anggota Paspampres Pratu Rivonanda melintas dan berusaha melerai perselisihan tersebut. Alih-alih keadaan membaik, Pratu Rivonanda malah menjadi korban pengeroyokan oleh tukang parkir tersebut.

    Karena teman-teman tukang parkir semakin banyak, Kapten Komarudin bersama Pratu Rivonanda memilih meninggalkan lokasi dengan menggunakan motor berboncengan ke arah barak paspampres di Jakarta Timur.

    pada hari Selasa

    Polisi menerima informasi mengenai pengeroyokan terhadap korban yang merupakan anggota TNI dengan pangkat Kapten lalu Polisi membuat tim Khusus untuk penangkapan tersangka yang membuat pengeroyokan kapten Komarudin dan Pratu Rivonanda.

    Pada hari Rabu, pukul 09.00 WIB

    Tim gabungan Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kasubdit Resmob Kompol Handik Zusen, Kasubdit Jatanras AKBP Jerry Siagian dan Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Ida Ketut menangkap tersangka AP di rumahnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

    Pada hari Rabu, pukul 21.00 WIB

    Polisi kembali menangkap tersangka lain berinisial HP di rumahnya di kawasan Jakarta Timur. Untuk Tetapkan tersangka terhadap seseorang harus memenuhi unsur pidana dan didukung bukti permulaan yang cukup, kata Tony, pada hari Senin.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Pengetahuan

    Gaya Hidup

    Pendidikan