• Breaking News

    Selasa, 30 Oktober 2018

    Polisi Temukan Tulang Lagi Dilokasi TKP Mayat Dicor Di Drum

    Polisi Temukan Tulang Lagi Dilokasi TKP Mayat Dicor Di Drum

    https://rantaiqqinfo.blogspot.com/2018/10/polisi-temukan-tulang-lagi-dilokasi-tkp.html


    Polisi sedang melakukan olah TKP dimana penemuan mayat didalam drum dibawah jembatan di Sukoharjo, pada hari Sabtu (27/10/2018). Mereka mengambil tulang-tulang yang belum terambil oleh petugas kepolisian dan forensik. Kanit Reskrim Polsek Grogol, Iptu Siswanto, mengaku mendapatkan informasi dari warga bahwa masih ada tulang yang belum terangkut kata warga. Polisi langsung ingin mengecek kebenaran info itu.

    Kita mendapatkan informasi dari warga, ternyata memang betul ada tulang yang belum terambil, kaya Siswanto di jembatan Desa Pondok, Grogol, Sukoharjo. Tulang tersebut menempel pada cor semen dilokasi penemuan. Pada hari sebelumnya, polisi memang hanya membawa tulang-tulang dan drum. Sedangkan cor semen emang sengaja ditinggal karena berat.

    Tulang tersebut akan dibawa ke RSUD dr Moewardi untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi ingin memastikan apakah tulang tersebut bagian dari mayat atau bukan. Harus kita pastikan dulu, ini tulang yang sama dengan kemarin atau bukan. Setelah ini kita kirim lagi ke RSUD dr Moewardi, ujar dia.

    Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat ditemukan di bawah jembatan Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada hari Jumat (26/10/2018). Mayat tersebut dalam kondisi dicor di dalam drum seng. Peristiwa pertama kali diketahui oleh pemulung, Muji Agung, yang sedang mencari barang rongsokan di bawah jembatan. Kini polisi masih menyelidi kasus tersebut.

    Sesosok mayat ditemukan dicor di dalam drum seng di bawah jembatan Desa Pondok, Grogol, Sukoharjo. Polisi menegaskan cor semen itu tidak mengubur seluruh badan korban.

    Kanit Reskrim Polsek Grogol, Iptu Siswanto dalam olah TKP kedua, Sabtu (27/10/2018), mengatakan cor semen hanya berfungsi sebagai penutup salah satu sisi drum. Sisi lainnya ditutup dengan tutup aslinya. Jadi korban itu ada di antara cor dan tutup drum, kata Siswanto kepada wartawan. Pantauan wartawan dilokasi kejadian, ukuran cor semen cukup besar, yakni berdiameter 40 cm dan tingginya 30 cm. Cor semen itu memang sengaja tidak dibawa oleh aparat.

    Pada hari sebelumnya, polisi dan tim SAR mengevakuasi korban dengan cara melepaskan tutup seng maupun tutup cor. Polisi kemudian membawa tulang ke RSUD dr Moewardi dan drum ke Polsek Grogol. Ternyata hari ini ada laporan bahwa masih ada tulang yang tertinggal.

    Hari ini kami mendapatkan informasi dari warga, ternyata memang betul ada tulang yang belum terambil, kata Siswanto. Tulang tersebut menempel pada cor semen di lokasi penemuan. Tulang tersebut akan dibawa ke RSUD dr Moewardi untuk diperiksa lebih lanjut. Harus kita pastikan dulu, ini tulang yang sama dengan kemarin atau bukan. Setelah ini kita kirim lagi ke RSUD dr Moewardi, ujar dia.

    Tim dokter RSUD dr Moewardi, Solo telah menyelesaikan pemeriksaan forensik terhadap mayat yang dicor di dalam drum di Sukoharjo. Diperkirakan korban tersebut berusia di atas 25 tahun dan berjenis kelamin laki-laki.

    Hal tersebut disampaikan Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Moewardi, Eko Haryati kepada wartawan, pada hari Sabtu (27/10/2018). Jenis kelamin mayat itu dipastikan laki-laki. Usianya di atas 25 tahun, tetapi di bawah 60 tahun. Jenis kelaminnya laki-laki, kata Eko melalui telepon.

    Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari dua bulan yang lalu. Seperti diketahui, mayat tersebut ditemukan tinggal tulang belulang. Adapun pemeriksaan dilakukan oleh dua orang dokter forensik RSUD dr Moewardi. Petugas Polsesk Grogol turut terlibat dalam pemeriksaan.

    Pemeriksaan dilakukan tadi (Sabtu) pukul 09.00 sampai pukul 11,00 WIB, kata dia. Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat ditemukan dibawah jembatan Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada hari Jumat (26/10/2018). Mayat tersebut dalam kondisi dicor didalam drum seng.

    Dokter forensik RSUD dr Moewardi menyelesaikan pemeriksaan pada tulang mayat yang dicor didalam drum di Sukoharjo. Hasilnya, dokter tak menemukan trauma pada tulangnya. Berdasarkan hasil forensik, tidak ada trauma pada tulangnya, kata Kasubbag dan Humas RSUD dr Moewardi, Eko Haryati saat dihubungi dikantor RSUD, pada hari Sabtu (27/10/2018).

    Dokter juga menyatakan kondisi tulang mayat itu juga lengkap. Namun pihaknya tidak mengetahui penyebab kematian sosok tanpa identitas itu. Kita periksa dari kepala sampai kaki, semua utuh, tidak ada kerusakan. Kalau penyebab kematian itu yang memproses kepolisian, ujarnya. Kini polisi masih menyelidi kasus tersebut.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Pengetahuan

    Gaya Hidup

    Pendidikan