Pemancing Hilang Dipantai Coro Tulungagung
Pemancing dipantai Coro ada dua orang yang dilaporkan hilang tercebur ke laut saat memancing di kawasan tebing Pantai Coro Tulungagung. Hingga kini kedua korban belum diketahui keberadaannya. Tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian. Koordinator Pos Basarnas Trenggalek Brian Gautama mengatakan, kejadian kecelakaan laut itu menimpa dua korban yakni Frendi (18) dan Doni (19). Mereka warga Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. Korban terjatuh ke laut saat hendak berpindah tempat memancing.
Informasi yang kami dapatkan, dua korban yang hilang ini mengalami kecelakaan sekitar pukul 16.00 WIB kemarin sore. Awalnya itu lima orang memancing di lereng tebing yang ada di sekitar Pantai Coro, Desa Popoh, Kecamatan Besuki. Nah karena tidak ada ikan mereka bermaksud pindah lokasi, kata Brian saat dikonfirmasi, pada hari Senin. Selanjutnya menaiki kawasan tebing yang curam dan licin untuk menuju lokasi yang baru. Saat itulah salah satu korban Frendi terpeleset hingga terjatuh ke laut. Mengetahui kejadian itu, Doni langsung berusaha memberikan pertolongan dengan menceburkan diri ke laut, namun upaya itu justru sia-sia dan Doni justru ikut tenggelam.
Tiga temannya yang lain yakni Anggi, Dio dan Khoirul berusaha memberikan pertolongan menggunakan joran pancing, tapi usaha itu gagal karena jorannya patah, imbuhnya. Brian menyampaikan, hingga saat ini kedua korban belum ditemukan. Untuk melakukan proses pencarian, Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, BPBD, polisi dan sejumlah potensi SAR lain diterjunkan ke lokasi kejadian. Operasi pencarian mulai kami lakukan pagi ini, tim dari Basarnas sudah ke lokasi musibah. Semoga segera ketemu, pungkas Brian.
Pada saat pencarian tim SAR gabungan berhasil menemukan satu di antara dua pemancing yang hilang di Pantai Coro, Tulungagung. Jasad korban dibawa ke Pantai Popoh untuk identifikasi. Komandan Tim Operasi Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, mengatakan korban ditemukan sekitar 100 meter sebelah barat dari lokasi kejadian. Kondisi korban telah meninggal dunia dan mulai membusuk.
Untuk identitasnya belum kami ketahui, menunggu proses identifikasi dari kepolisian, dia pakai kaus biru. Saat ini korban kami bawa ke Pantai Popoh, kata Yoni saat dikonfirmasi kepada wartawan, pada hari Selasa. Komandan tim operasi Basarnas bapak Yoni mengaku, saat ini tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian satu korban lain yang belum ditemukan. Dalam operasi SAR ini, pencarian dilakukan melalui jalur darat dan laut.
Pada pencarian untuk jalur laut, kami ada dua tim dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas dan Posmat TNI AL. Untuk cuaca Alhamdulillah cukup bersahabat, semoga korban kedua segera ditemukan, imbuhnya. Pada kecelakaan dilaut itu menimpa dua korban Frendi (18) dan Doni (19) warga Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. Korban terjatuh ke laut saat hendak berpindah tempat memancing.
Kedua korban mengalami kecelakaan sekitar pukul 16.00 WIB pada hari Minggu. Awalnya, 5 orang memancing di lereng tebing yang ada di sekitar Pantai Coro, Kecamatan Besuki. Karena tidak ada ikan mereka bermaksud pindah lokasi. Selanjutnya mereka menaiki kawasan tebing yang curam dan licin untuk menuju lokasi yang baru, saat itulah salah satu korban, Frendi terpeleset hingga terjatuh ke laut. Mengetahui kejadian itu, Doni langsung berusaha memberikan pertolongan dengan menceburkan diri ke laut, namun upaya itu justru sia-sia dan Doni justru ikut tenggelam.
Tiga temannya yang lain yakni Anggi, Dio dan Khoirul berusaha memberikan pertolongan menggunakan joran pancing, tapi usaha itu gagal karena joran patah. Pencarian jasadnya bersama nelayan, Tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua pemancing yang tenggelam di perairan Pantai Coro Tulungagung. Korban langsung dievakuasi ke pantai dan dibawa ke RSUD dr Iskak.
Saat iini Komandan Tim Operasi Basarnas Pos Trenggalek Yoni Fariza mengatakan, jasad korban ditemukan oleh nelayan setempat mengambang di Pantai Brumbun, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung. Selanjutnya jasad korban yang diketahui bernama Doni (19) warga Gedangan, Kecamatan Campurdarat dievakuasi ke tepi pantai. Kemudian diserahkan pada tim identifikasi dan dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung.
Alhamdulillah korban sudah kami temukan semuanya. Satu korban atas nama Frendi ditemukan kemarin. Sedangkan hari ini korban kedua atas nama Doni juga sudah ditemukan. Keduanya dalam kondisi meninggal dunia, kata Yoni, pada hari Rabu. Pada saat ditemukannya kedua korban maka operasi SAR yang dilakukan tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, polisi, BPBD, nelayan dan potensi SAR lain resmi ditutup. Mereka kembali ke kesatuan masing-masing.
Sebelumnya dua korban mengalami kecelakaan di laut pada hari Minggu pada pukul 16.00 WIB. Kejadian berawal saat lima orang memancing di lereng tebing yang ada di sekitar Pantai Coro, Kecamatan Besole. Karena tidak ada ikan mereka bermaksud pindah lokasi. Selanjutnya mereka menaiki kawasan tebing yang curam dan licin untuk menuju lokasi yang baru. Saat itu salah satu korban, Frendi terpeleset hingga terjatuh ke laut. Mengetahui kejadian itu, Doni langsung berusaha memberikan pertolongan dengan menceburkan diri ke laut. Namun upaya itu justru sia-sia malah Doni juga ikut tenggelam. Bersama tiga temannya yang lain yakni Anggi, Dio dan Khoirul berusaha memberikan pertolongan menggunakan joran pancing. Tapi usaha itu gagal karena joran patah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar