• Breaking News

    Senin, 04 Maret 2019

    JK : KITA SALING MENGHORMATI,TIDAK PERNAH MENYEBUT KAUM LAIN KAFIR

    JK : KITA SALING MENGHORMATI,TIDAK PERNAH MENYEBUT KAUM LAIN KAFIR



    Hasil sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar, Nahdlatul Ulama ( NU) belum lama ini menyarankan, agar Warga Negara Indonesia (WNI) non-Muslim tidak lagi disebut sebagai kafir. Menurut para ulama kata kafir dianggap mengandung unsur kekerasan teologis.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi pernyataan tersebut. Kendati demikian ia percaya jika selama ini masyarakat Indonesia bisa saling menghormati. Sehingga kata 'kafir' jarang diucapkan terhadap orang lain. JK juga mengakui bahwa kata 'kafir' memang ada di dalam Alquran.

    "Saya kira jarang orang berbicara kafir. Bahwa itu ada di Alquran, Iya pasti. Tapi kita juga saling menghormati satu sama lain. Sehingga tidak pernah menyebut kau kafir, kan tidak," ujar JK di Balai Kota Solo.

    Pimpinan Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Abdul Moqsith Ghazali, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/02) menyampaikan, saran melarang menyebut warga negara non-Muslim sebagai kafir tersebut bukan untuk menghapus istilah kafir dalam Alquran maupun Hadits.

    "Ini hanya untuk mengimbau masyarakat yang seringkali menyematkan label diskriminatif pada sebagian kelompok warga yang beragama Islam namun berbeda pendapat maupun non-Muslim," jelasnya.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Pengetahuan

    Gaya Hidup

    Pendidikan