• Breaking News

    Sabtu, 15 Desember 2018

    Kota Bandung Gelar Syukuran Atas Penataan PKL Cicadas

    Kota Bandung Gelar Syukuran Atas Penataan PKL Cicadas

    Kota Bandung Gelar Syukuran Atas Penataan PKL Cicadas

    Pemkot Bandung akan serius menggarap penataan PKL di Cicadas Kota Bandung. Beberapa pertemuan dengan PKL telah dilakukan. Sebelum direlokasi, 602 PKL boleh berjualan di satu sisi mulai dari Gedung Tekstil hingga persimpangan Cikutra. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan setelah berkunjung ke kawasan PKL Cicadas pihaknya menggelar beberapa kali pertemuan untuk merumuskan konsep penataan.

    Tadi kita bahas lagi dengan perwakilan PKL Cicadas, kita tunggu 2-3 hari ke depan karena mereka minta waktu untuk membahas dengan yang lainnya, ujar Yana usai memimpin rapat Satgasus PKL di Balai Kota Bandung, pada hari Selasa. Dalam pertemuan tersebut Yana yang juga Ketua Satgasus PKL memberikan penjelasan mengenai konsep penataan sebagai langkah jangka pendek sebelum nantinya dilakukan relokasi.

    Nantinya, kata Yana, 602 PKL tetap berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani (Cicadas) mulai dari Gedung Tekstil hingga persimpangan Cikutra yang panjangnya mencapai 500 meter. Mereka tetap berjualan di trotoar. Hanya saja tidak di kanan kiri, tapi hanya di satu bagian. Sehingga masih ada space paling kecil untuk pejalan kaki 1,5 meter, katanya.

    Hal tersebut nantinya tidak hanya membuat nyaman pejalan kaki, tapi juga pedagang, pemilik toko dan pembeli. Intinya kita buat konsep kenyamanan. Ke depan kita ingin Cicadas ini jadi destinasi wisata, katanya. Konsep penataan tersebut berupa pembuatan lapak berdagang berukuran 1,5 meter berbentuk 'U' yang akan diisi oleh tiga PKL. Mereka akan berjualan di sisi kanan, kiri dan depan dari lapak U tersebut.

    Untuk menyiasati ruang yang kecil pedagang akan diberikan ram kawat sebagai display produk. Sementara untuk stok produk bisa disimpan di kolong dengan ruang seadanya. Untuk mempercantik, di setiap belakang lapak pedagang yang menghadap ke arah jalan raya akan diberi taman vertikal. Jadi selain terlihat asri, taman vertikal ini berfungsi sebagai barrier polusi dari jalan raya, ucapnya.

    Tidak hanya itu, untuk tampilan malam akan diberi sejumlah lampu hias agar konsep penataan sebagai destinasi belanja lebih terasa. Syukur-syukur ada CSR yang mau memberikan neon sign, ujarnya. Kota Bandung akan penataan pedagang kaki lima (PKL) Cicadas di Kota Bandung menjadi salah satu fokus di pemerintahan Oded M Danial-Yana Mulyana. Bahkan dalam waktu dekat penataan yang dicita-citakan sejak lama ini segera terwujud. Untuk menyambut waktu penataan yang semakin dekat, para PKL menggelar syukuran dengan mengundang Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang juga merangkap jabatan sebagai Kepala Satgasus PKL Kota Bandung.

    Syukuran atas penataan PKL Cicadas dengan sederhana itu digelar di trotoar Jalan Ahmad Yani (Cicadas) yang sehari-hari menjadi lapak berjualan para PKL. Syukuran ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng dan makan bersama PKL juga warga sekitar Cicadas. Kami hari ini kumpul mengundang pak Wakil Wali Kota untuk bertemu dengan para pedagang dalam rangka mengucap rasa syukur akan dilakukan penataan dengan konsep yang sudah dibuat dan disepakati, ujar Ketua Persatuan PKL Cicadas Suherman dalam rilis yang diterima oleh wartawan di lokasi, pada hari Rabu.

    Pria yang karib disapa Herman ini mengatakan konsep penataan yang ditawarkan pemerintah telah sepenuhnya diterima pedagang. Bahkan pedagang senang dengan tujuan pemerintah menjadikan PKL Cicadas sebagai salah satu destinasi wisata belanja di Kota Bandung. Makanya kami gelar syukuran hari ini sebagai tanda sepakat dengan pemerintah, katanya.

    Ia berharap penataan bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap PKL Cicadas menjadi lebih baik dan tak lagi terkesan kumuh. Selain itu ia berharap penataan akan mendatangkan rezeki lebih bagi pedagang sekaligus membuat aman dan nyaman pengunjung atau pejalan kaki.

    Meski begitu Herman meminta pemerintah tidak lepas tangan setelah menata. Ia berharap para pedagang tetap diberi pembinaan dan selalu menjalin komunikasi agar saling menguntungkan. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengaku mendapatkan kehormatan dengan adanya syukuran yang digelar PKL Cicadas. Menurutnya hal tersebut merupakan berkah dari silaturahmi sehingga terjadi kesepakatan bersama antara pemerintah dan para pedagang.

    Mudah-mudahan ini jadi langkah awal untuk sama-sama menata kawasan Cicadas semakin baik dan sehat. Dengan demikian dapat memberikan peningkatan ekonomi tidak hanya bagi pedagang saja, akan tetapi juga warga sekitar, ucapnya. Soal waktu penataan, Yana belum bisa memastikannya. Namun ia tetap berharap penataan bisa segera dilakukan karena sudah ada kesepakatan dan kesepahaman antara pemerintah dan pedagang.

    Yana memastikan penataan Cicadas hanya sementara waktu karena secara aturan tidak diperbolehkan mengingat kawasan tersebut zona merah PKL. Namun Yana mengatakan penataan ini berdasarkan diskresi Wali Kota Bandung Oded M Danial. Semangatnya tetap relokasi. Karena belum ada tempatnya, apa pun kita harus berbuat, ujar Yana.

    Tak lupa Yana meminta para pedagang untuk menjaga kebersihan dan menjaga ketertiban. Sehingga jika menjadi destinasi wisata belanja, 602 PKL yang ada bisa naik kelas dan mempunyai toko sendiri. Pemerintah hadir dalam pembinaan, pendampingan dan permodalan. Kalau polanya sudah berjalan, saya pikir ini bisa bergulir. Pemerintah hadir supaya mereka bisa naik kelas, kata Yana.

    Rencana penataan PKL Cicadas sejak lama sudah dicanangkan. Terakhir kali kawasan tersebut ditata pada era Wali Kota Bandung Aa Tarmana. Sementara di era kepemimpinan Dada Rosada dan Ridwan Kamil para PKL tidak mendapat pembinaan dan ditata ulang sehingga menjadi kumuh seperti saat ini.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Pengetahuan

    Gaya Hidup

    Pendidikan