SORANG PRIA TEWAS DI TINGKAM PUTRI KANDUNGNYA SENDIRI DI APARTEMEN
Tiga perempuan kakak beradik mengaku telah menikam sang ayah mereka sendiri hingga tewas di apartemen yang ditempatinya.
Ditawarkan Daily Mirror Senin (30/7/2018), Tiga perempuan di Moskwa, Rusia, tersebut melakukan aksi tersebut dikarenakan tidak tahan mengalami pelecehan seksual dari sang ayahnya selama bertahun-tahun.
Kepada polisi, tiga bersaudara itu mengatakan ayahnya mengancam mereka mengunakan pisau di apartemen dekat jalan Altufievskoe.
Salah satu putri dari pria tersebut berhasil merampas pisau itu lalu menusuknya yang kemudian diikuti oleh dua anak lainnya.
Sang ayah berusaha kabur saat peristiwa penusukan terjadi
Tapi mereka terus menyerangnya hingga dia tewas dengan sejumlah luka tusukan di dekat elevator.
Seorang dari tiga bersaudara tesebut berkata bahwa dia dan adik-adiknya sangat membenci sang ayah.
Mereka ingin ayahnya menghilang dari atau pergi jauh dari mereka dan tak kembali lagi.
"Kami menderita penyiksaan fisik, seksual, hingga emosional. Kami tak ingin melihat atau mengenalnya," ujarnya.
Baik tentanga maupun teman keluarga tersebut berkata, pria 57 tahun itu bersikap jahat kepada keluarganya. Istrinya pergi karena tak tahan dengan perbuatan yang ia perbuat.
Begitupun putranya sendiri yang sedang berkuliah di Universitas Moskwa.
"Saya pernah melihat ayah mereka membawa putrinya ke hutan melakukan pelecehan seksual, dan mengancam bakal membunuhnya," kata seorang tetangga.
Adapun rekan korban berujar , dia terlihat dalam dunia kejahatan dengan menjadi bos para mafia yang tidak bekerja dan menerima pembayaran di kartu kreditnya.
Salah satu dari tiga putrinya sempat mencoba bunuh diri dengan menenggak banyak pil. Namun, Aksinya gagal setelah dia berhasil di rawat dokter.
"Gadis-gadis itu tertutupi memar. Dia sering menyiksa mereka hingga harus hidup dalam kondisi traumatis," kata tetangga yang lain.
Juru bicara Komite Investigasi, Yulia Ivanova mengatakan ketiga bersaudara tersebut dijerat dakwaan pembunuhan yang membuat mereka terancam 15 tahun penjara.
"Selama interogasi, mereka mengakui perbuatannya, dan membunuh karena mempunyai hubungan yang tidak baik dengan ayah mereka," tutur ivanova.
Dia melanjutkan saat pemeriksaan, polisi menemukan dua kilogram heroin dan berbagai senjata di dalam mobil milik korban.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar