![]() |
| VALENCIA |
Profesor lulusan Universitas Oxford itu berhasil meraih penghargaan bergengsi Dunia ilmu matematika karena mampu memecahkan teori dari "Fermat's Last Theorem". Teori ini dulunya dirumuskan oleh seorang ahli matematika asal Perancis bernama Pierre de Fermat pada tahun 1637.
Teori matematik tersebut sebenarnya telah dipecahkan oleh Andrew pada tahun 1994. Namun penghargaan Abel Prize ini baru diberikan pada Andrew tahun 2016 ini.
"Ini adalah kehormatan terbesar bagiku," ujar Andrew." Dapat berhasil memecahkan teori Fermat sudah menjadi impianku sejak masih muda. Dengan keberhasilanku memecahkan teori ini membuatku memiliki perasaan senang dan bahagia yang sangat berlimpah."
"Harapanku dengan memecahkan teori itu di usia tua ini agar bisa menginspirasi anak-anak muda untuk mencintai matematika," tambahnya. "Untuk bekerja dan menghadapi berbagai tantangan dalam subjek yang indah ini."
Andrew pertama kali menemukan teori Fermat saat berusia 10 tahun di perpustakaan kota Cambridge, Inggris. "Aku sudah tahu sejak menemukan soal itu bahwa aku tak akan bisa melepaskannya. Aku harus bisa memecahkannya," ungkapnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar